Pengulangan_Cerita Untuk Menolak Lupa

 2026,

05.30 am, alarm itu berbunyi seperti biasa, kali ini bunyi itu bangun lebih dulu.

Sudah kembali, di kamar yang kecil dan nyaman ini, setelah overnight flight yang panjang dan dingin.

Aku membuka mata, "ah.. ini kan hari minggu, kenapa alarm ini menyala?"

Hampir memejamkan mata, tiba-tiba telapak kaki berbulu mendarat di lengan yang terjungkai ke bawah kasur. "Mama bangun, Ayo jalan pagi" mata itu seolah berkata tanpa suara. Chua yang sudah duduk dengan ekor yang bergerak penuh semangat membangunkan. 

Sudah 14 hari chua tinggal di pet shop bersama orang - orang asing, tidur dikandang kecil sepanjang malam, hanya jalan pagi dan sore untuk pup dan pip (bahasa anjing untuk BAB dan BAK). Wajar saja kalau sekarang chua jadi meminta lebih, seolah - olah aku punya hutang menggantikan 14 hari nya yang sepi. Suara chua hilang, mungkin karena chua berteriak dan menangis sepanjang malam di dalam kandang. Tapi aku bisa melihat kebahagiaannya kembali ke rumah kecil ini bersama ku, hanya kami berdua.

"ok lets go" kataku, dengan melompat kecil chua pergi ke arah pintu. "Tunggu aku ambil topi dulu" seakan mengerti, chua duduk menunggu di dekat pintu. Belum selesai ritual persiapan jalan pagi, chua menunggu dipasangkan kalung, iya kalung pink bertuliskan namanya. Itu bukan kalung sembarangan tapi tanda kebahagiaan untuk chua, karena artinya kami akan jalan - jalan. 

Aku tidak pernah melatih chua secara spesifik, hanya kebiasaan yang menjadi memori untuk chua. Mungkin bisa disebut pola yang "berulang" dan membentuk karakter. Menjadi suatu rutinitas yang chua sukai sepanjang hidupnya.

Awal 2026 di kota kupang, masih terasa sama seperti tahun sebelumnya. Masih bersama chua, masih di rumah kecil nan nyaman ini, masih dengan rutinitas yang seolah - olah sudah tersusun sejak lama dan tak bisa dirubah, pagi sampai malam. Tapi aku merasa nyaman, terlihat seperti pola pengulangan tapi terasa seperti baru setiap hari. Tidak sanggup membayangkan bawah rutinitas ini harus berhenti suatu hari nanti, aku tidak mau lupa.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERGIZI TAK HARUS MAHAL Jilid I Amfoang Punya Cerita